Money

IHSG Melemah di Akhir Perdagangan Seiring Aksi Trading Jangka Pendek Jelang Lebaran

Investor cenderung melakukan trading jangka pendek di tengah meningkatnya ketidakpastian terkait konflik AS dan Israel dengan Iran

Jakarta (KABARIN) - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada Rabu sore berakhir di zona merah. Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup melemah karena banyak pelaku pasar memilih melakukan transaksi jangka pendek menjelang libur panjang Lebaran 2026.

Pada akhir perdagangan, IHSG turun 51,51 poin atau sekitar 0,69 persen sehingga berada di level 7.389,40. Sementara itu indeks LQ45 yang berisi saham unggulan juga ikut terkoreksi 7,69 poin atau sekitar 1,01 persen menjadi 752,25.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengatakan banyak investor memilih strategi transaksi cepat karena kondisi pasar yang masih dipenuhi ketidakpastian.

"Investor cenderung melakukan trading jangka pendek di tengah meningkatnya ketidakpastian terkait konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran, serta menjelang libur panjang Lebaran yang dimulai pada pertengahan pekan depan," ujar Ratna.

Pergerakan bursa saham di kawasan Asia juga tidak seragam. Para pelaku pasar masih menunggu perkembangan terbaru dari konflik yang terjadi di Timur Tengah.

Situasi semakin rumit setelah muncul pernyataan berbeda dari pejabat pemerintahan Presiden AS Donald Trump terkait situasi di Selat Hormuz.

Menteri Energi Amerika Serikat Chris Wright sempat menulis di media sosial bahwa Angkatan Laut AS mengawal sebuah kapal tanker di wilayah tersebut. Namun unggahan itu kemudian dihapus setelah pihak Gedung Putih menyatakan operasi tersebut tidak terjadi.

Di sisi lain, pihak Pentagon menyampaikan bahwa Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan besar terhadap Iran dan operasi tersebut disebut masih akan berlanjut sampai Teheran berhasil dikalahkan. Pernyataan ini berbeda dengan ucapan Trump sebelumnya yang mengatakan konflik tersebut bisa segera berakhir.

Dalam perdagangan hari ini, IHSG sempat dibuka menguat. Namun pergerakannya berbalik turun hingga sesi pertama berakhir. Pada sesi kedua, indeks tetap berada di zona merah hingga perdagangan ditutup.

Berdasarkan indeks sektoral IDX, hanya beberapa sektor yang mencatat penguatan. Sektor teknologi menjadi yang paling tinggi kenaikannya dengan lebih dari satu persen. Sektor kesehatan dan properti juga ikut menguat meski tidak terlalu besar.

Sebaliknya sebagian besar sektor justru mengalami tekanan. Penurunan paling dalam terjadi pada sektor energi yang melemah sekitar 1,69 persen. Sektor bahan baku dan industri juga ikut terkoreksi cukup dalam.

Beberapa saham yang mencatat kenaikan terbesar di antaranya UANG, NTEV, DEFI, KUAS, dan PTMP. Sementara saham yang mengalami penurunan paling besar antara lain INPC, ICON, INDY, ENRG, dan AADI.

Aktivitas perdagangan saham tercatat cukup ramai dengan lebih dari 1,8 juta transaksi. Total saham yang berpindah tangan mencapai sekitar 32,19 miliar lembar dengan nilai transaksi sekitar Rp15,68 triliun. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 312 saham naik, 366 saham turun, dan 139 saham bergerak stabil.

Sementara itu sejumlah bursa di Asia mencatat pergerakan yang berbeda. Indeks Nikkei 225 di Jepang menguat lebih dari satu persen. Indeks Hang Seng Index justru melemah tipis. Indeks Shanghai Composite Index mencatat kenaikan kecil, sedangkan indeks Straits Times Index juga naik tipis.

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: